Pada zaman purba, kepulauan tanah air disebut dengan aneka nama. Dalam catatan bangsa Tionghoa kawasan kepulauan tanah air dinamai Nan-hai (Kepulauan Laut Selatan). Berbagai catatan kuno bangsa Indoa menamai kepulauan ini Dwipantara (Kepulauan Tanah Seberang), nama yang diturunkan dari kata Sansekerta dwipa (pulau) dan antara (luar, seberang). Kisah Ramayana karya pujangga Walmiki menceritakan pencarian terhadap Sinta, istri Rama yang diculik Rahwana, sampai ke Suwarnadwipa (Pulau Emas, yaitu Sumatra
sekarang) yang terletak di Kepulauan Dwipantara. Bangsa Arab menyebut tanah air kita Jaza'ir al-Jawi (Kepulauan Jawa). Nama Latin untuk kemenyan adalah benzoe, berasal dari bahasa Arab luban jawi (kemenyan Jawa), sebab para pedagang Arab memperoleh kemenyan dari batang pohon Styrax sumatrana yang dahulu hanya tumbuh di Sumatera.
Sampai hari ini jemaah haji kita masih sering dipanggil "Jawa" oleh orang Arab. Bahkan orang Indonesia luar Jawa sekalipun. Dalam bahasa Arab juga dikenal Samathrah (Sumatra), Sholibis (Sulawesi), Sundah (Sunda), semua pulau itu dikenal sebagai kulluh Jawi (semuanya Jawa).
Bangsa-bangsa Eropa yang pertama kali datang beranggapan bahwa Asia hanya terdiri dari Arab, Persia, India dan Tiongkok. Bagi mereka, daerah yang terbentang luas antara Persia dan Tiongkok semuanya adalah "Hindia". Semenanjung Asia Selatan mereka sebut "Hindia Muka" dan daratan Asia Tenggara dinamai "Hindia Belakang". Sedangkan tanah air memperoleh nama "Kepulauan Hindia" (Indische Archipel, Indian Archipelago, l'Archipel Indien) atau "Hindia Timur" (Oost Indie, East Indies, Indes Orientales). Nama lain yang juga dipakai adalah "Kepulauan Melayu" (Maleische Archipel, Malay Archipelago, l'Archipel Malais).
Pada jaman penjajahan Belanda, nama resmi yang digunakan adalah Nederlandsch-Indie (Hindia Belanda), sedangkan pemerintah pendudukan Jepang 1942-1945 memakai istilah To-Indo (Hindia Timur). Eduard Douwes Dekker ( 1820 – 1887 ), yang dikenal dengan nama samaran Multatuli, pernah mengusulkan nama yang spesifik untuk menyebutkan kepulauan tanah air kita, yaitu Insulinde, yang artinya juga "Kepulauan Hindia" ( Bahasa Latin insula berarti pulau). Nama Insulinde ini kurang populer.
Indonesia Pada tahun 1847 di Singapura terbit sebuah majalah ilmiah tahunan, Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA), yang dikelola oleh James Richardson Logan ( 1819 – 1869 ), seorang Skotlandia yang meraih sarjana hukum dari Universitas Edinburgh. Kemudian pada tahun 1849 seorang ahli etnologi bangsa Ingris, George Samuel Windsor Earl ( 1813 – 1865 ), menggabungkan diri sebagai redaksi majalah JIAEA. Dalam JIAEA Volume IV tahun 1850, halaman 66-74, Earl menulis artikel On the Leading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations. Dalam artikelnya itu Earl menegaskan bahwa sudah tiba saatnya bagi penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu untuk memiliki nama khas (a distinctive name), sebab nama Hindia tidaklah tepat dan sering rancu dengan penyebutan India yang lain. Earl mengajukan dua pilihan nama: Indunesia atau Malayunesia (nesos dalam bahasa Yunani berarti pulau). Pada halaman 71 artikelnya itu tertulis: "... the inhabitants of the Indian Archipelago or Malayan Archipelago would become respectively Indunesians or Malayunesians". Earl sendiri menyatakan memilih nama Malayunesia (Kepulauan Melayu) daripada Indunesia (Kepulauan Hindia), sebab Malayunesia sangat tepat untuk ras Melayu, sedangkan Indunesia bisa juga digunakan untuk Ceylon ( Srilanka ) dan Maladewa. Earl berpendapat juga bahwa nahasa Melayu dipakai di seluruh kepulauan ini. Dalam tulisannya itu Earl memang menggunakan istilah Malayunesia dan tidak memakai istilah Indunesia. Dalam JIAEA Volume IV itu juga, halaman 252-347, James Richardson Logan menulis artikel The Ethnology of the Indian Archipelago.
Pada awal tulisannya, Logan pun menyatakan perlunya nama khas bagi kepulauan tanah air kita, sebab istilah "Indian Archipelago" terlalu panjang dan membingungkan. Logan memungut nama Indunesia yang dibuang Earl, dan huruf u digantinyadengan huruf o agar ucapannya lebih baik. Maka lahirlah istilah Indonesia. Untuk pertama kalinya kata Indonesia muncul di dunia dengan tercetak pada halaman 254 dalam tulisan Logan:"Mr. Earl suggests the ethnographical term Indunesian, but rejects it in favour of Malayunesian. I prefer the purely geographical term Indonesia, which is merely a shorter synonym for the Indian Islands or the Indian Archipelago". Ketika mengusulkan nama "Indonesia" agaknya Logan tidak menyadari bahwa di kemudian hari nama itu akan menjadi nama resmi. Sejak saat itu Logan secara konsisten menggunakan nama "Indonesia" dalam tulisan-tulisan ilmiahnya, dan lambat laun pemakaian istilah ini menyebar di kalangan para ilmuwan bidang etnologi dan geografi. Pada tahun 1884 guru besar etnologi di Universitas Berlin yang bernama Adolf Bastian (1826 – 1905 ) menerbitkan buku Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipel sebanyak lima volume, yang memuat hasil penelitiannya ketika mengembara ke tanah air pada tahun 1864 sampai 1880. Buku Bastian inilah yang memopulerkan istilah "Indonesia" di kalangan sarjana Belanda, sehingga sempat timbul anggapan bahwa istilah "Indonesia" itu ciptaan Bastian. Pendapat yang tidak benar itu, antara lain tercantum dalam Encyclopedie van Nederlandsch-Indie tahun 1918. Padahal Bastian mengambil istilah "Indonesia" itu dari tulisan-tulisan Logan.
Pribumi yang mula- mula menggunakan istilah "Indonesia" adalah Suwardi Suryaningrat ( Ki Hajar Dewantara ). Ketika dibuang ke negeri Belanda tahun 1913 beliau
mendirikan sebuah biro pers dengan nama Indonesische Pers-bureau. Nama indonesisch (Indonesia) juga diperkenalkan sebagai pengganti indisch (Hindia) oleh Prof. Cornelis van
Vollenhoven (1917). Sejalan dengan itu, inlander (pribumi) diganti dengan
ndonesiƫr (orang Indonesia). Identitas Politik Pada dasawarsa 1920-an, nama "Indonesia" yang merupakan istilah ilmiah dalam etnologi dan geografi itu diambil alih oleh tokoh-tokoh
pergerakan kemerdekaan tanah air kita, sehingga nama "Indonesia" akhirnya memiliki makna politis, yaitu identitas suatu bangsa yang memperjuangkan kemerdekaan.
Akibatnya pemerintah Belanda mulai curiga dan waspada terhadap pemakaian kata ciptaan Logan itu.
Pada tahun 1922 atas inisiatif Mohammad Hatta, seorang mahasiswa Handels Hoogeschool (Sekolah Tinggi Ekonomi) diRotterdam,organisasi pelajar dan mahasiswa Hindiadi Negeri Belanda (yangterbentuk tahun 1908 dengan nama IndischeVereeniging berubah namamenjadi Indonesische Vereeniging atau PerhimpoenanIndonesia. Majalahmereka, HindiaPoetra,berganti nama menjadi Indonesia Merdeka.BungHatta menegaskan dalam tulisannya :"Negara IndonesiaMerdeka yang akandatang (detoekomstigevrijeIndonesische staat)mustahil disebut"Hindia Belanda".Juga tidak "Hindia"saja, sebab dapat menimbulkan kekeliruan dengan India yang asli.Bagi kami nama Indonesia menyatakan suatu tujuan politik (eenpolitiek doel), karena melambangkan dan mencita-citakan suatu tanah air dimasa depan, dan untuk mewujudkannya tiap orang Indonesia(Indonesier) akan berusaha dengan segala tenaga dan kemampuannya."Di tanah air Dr.Sutomo mendirikan Indonesische Studie Club pada tahun1924). Pada tahun1925, Jong Islamieten Bond membentuk kepanduan Nationaal Indonesische Padvinderij (Natipij).Itulah tiga organisasi di tanah air yang mula-mula menggunakan nama"Indonesia".
Akhirnya nama"Indonesia"dinobatkan sebagainama tanah air,bangsa dan bahasa pada Kerapatan Pemoeda-Pemoedi Indonesia tanggal 28Oktober 1928, yang kini dikenal dengan sebutan Sumpah Pemuda.Pada bulan Agustus 1939 tiga orang anggota Volksraad(Dewan Rakyat;parlemen Hindia Belanda),Muhammad Husni Thamrin, Wiwoho Purbohadidjojo dan
Sutardjo Kartohadikusumo,mengajukan mosi kepada Pemerintah Hindia Belanda agar nama "Indonesia"diresmikan sebagai pengganti nama"Nederlandsch-Indie". Tetapi Belanda menolak mosi ini.Dengan jatuhnya tanah air ke tangan Jepang pada tanggal 8 Maret 1942,lenyaplah nama"Hindia Belanda".Dan setelah itu lahirlah bangsa Indonesia.Nach gitu bro, sis asal mula nama Indonesia..
Hidup Indonesia...!!!merdeka.....!!
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Senin, 20 Juni 2011
Jumat, 03 Juni 2011
Beberapa Penyakit Akibat Merokok Menurut Badan POM RI
Negara Juga mengetahui bahwa rakyatnya banyak yang kena “penyakit akibat rokok“. Tetapi apa daya negara miskin ini harus membiayai pegawai negeri yang banyak. Maka pajak rokok bisa membantu. Alam yang kaya biar di korup pejabat, hutan biar di tebang pejabat. Biarlah uang haram dari pajak rokok di makan pegawai negeri.
• Penyakit jantung dan stroke.
Satu dari tiga kematian di dunia berhubungan dengan penyakit jantung dan stroke. Kedua penyakit tersebut dapat menyebabkan “sudden death” ( kematian mendadak).
• Kanker paru.
Satu dari sepuluh perokok berat akan menderita penyakit kanker paru. Pada beberapa kasus dapat berakibat fatal dan menyebabkan kematian, karena sulit dideteksi secara dini. Penyebaran dapat terjadi dengan cepat ke hepar, tulang dan otak.
• Kanker mulut.
Merokok dapat menyebabkan kanker mulut, kerusakan gigi dan penyakit gusi.
• Osteoporosis.
Karbonmonoksida dalam asap rokok dapat mengurangi daya angkut oksigen darah perokok sebesar 15%, mengakibatkan kerapuhan tulang sehingga lebih mudah patah dan membutuhkan waktu 80% lebih lama untuk penyembuhan. Perokok juga lebih mudah menderita sakit tulang belakang.
• Katarak.
Merokok dapat menyebabkan gangguan pada mata. Perokok mempunyai risiko 50% lebih tinggi terkena katarak, bahkan bisa menyebabkan kebutaan.
• Psoriasis.
Perokok 2-3 kali lebih sering terkena psoriasis yaitu proses inflamasi kulit tidak menular yang terasa gatal, dan meninggalkan guratan merah pada seluruh tubuh.
• Kerontokan rambut.
Merokok menurunkan sistem kekebalan, tubuh lebih mudah terserang penyakit seperti lupus erimatosus yang menyebabkan kerontokan rambut, ulserasi pada mulut, kemerahan pada wajah, kulit kepala dan tangan.
• Dampak merokok pada kehamilan.
Merokok selama kehamilan menyebabkan pertumbuhan janin lambat dan dapat meningkatkan risiko Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Risiko keguguran pada wanita perokok 2-3 kali lebih sering karena Karbon Monoksida dalam asap rokok dapat menurunkan kadar oksigen.
• Impotensi.
Merokok dapat menyebabkan penurunan seksual karena aliran darah ke penis berkurang sehingga tidak terjadi ereksi.
• Penyakit jantung dan stroke.
Satu dari tiga kematian di dunia berhubungan dengan penyakit jantung dan stroke. Kedua penyakit tersebut dapat menyebabkan “sudden death” ( kematian mendadak).
• Kanker paru.
Satu dari sepuluh perokok berat akan menderita penyakit kanker paru. Pada beberapa kasus dapat berakibat fatal dan menyebabkan kematian, karena sulit dideteksi secara dini. Penyebaran dapat terjadi dengan cepat ke hepar, tulang dan otak.
• Kanker mulut.
Merokok dapat menyebabkan kanker mulut, kerusakan gigi dan penyakit gusi.
• Osteoporosis.
Karbonmonoksida dalam asap rokok dapat mengurangi daya angkut oksigen darah perokok sebesar 15%, mengakibatkan kerapuhan tulang sehingga lebih mudah patah dan membutuhkan waktu 80% lebih lama untuk penyembuhan. Perokok juga lebih mudah menderita sakit tulang belakang.
• Katarak.
Merokok dapat menyebabkan gangguan pada mata. Perokok mempunyai risiko 50% lebih tinggi terkena katarak, bahkan bisa menyebabkan kebutaan.
• Psoriasis.
Perokok 2-3 kali lebih sering terkena psoriasis yaitu proses inflamasi kulit tidak menular yang terasa gatal, dan meninggalkan guratan merah pada seluruh tubuh.
• Kerontokan rambut.
Merokok menurunkan sistem kekebalan, tubuh lebih mudah terserang penyakit seperti lupus erimatosus yang menyebabkan kerontokan rambut, ulserasi pada mulut, kemerahan pada wajah, kulit kepala dan tangan.
• Dampak merokok pada kehamilan.
Merokok selama kehamilan menyebabkan pertumbuhan janin lambat dan dapat meningkatkan risiko Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Risiko keguguran pada wanita perokok 2-3 kali lebih sering karena Karbon Monoksida dalam asap rokok dapat menurunkan kadar oksigen.
• Impotensi.
Merokok dapat menyebabkan penurunan seksual karena aliran darah ke penis berkurang sehingga tidak terjadi ereksi.
Kamis, 11 November 2010
Pengefektivan Otak Tengah
Metode ini ditemukan oleh david Think, dari Malaysia.
Dengan nama blindfoold Reading Method, dikembangkan dengan nama usaha Genius Mind Colsultancy (GMC).
Upayanya dengan Mengaktifkan kemampuan otak tengah dalam menyeimbangkan otak kiri dan otak kanan.Melalui :
1. Teknologi computer modern secara ektrimely;
2. Mengaktifkan mildbrain melalui : musik, audio, gelombang suara dll
Manfaat 8 perubahan, yaitu :
1. Meningkatkan konsentrasi.
2. Meningkatkan daya ingat.
3. Meningkatkan kreativitas.
4. Lebih cerdas dan berbakat.
5. Hormon lebih seimbang.
6. Membentuk watak-watak positif.
7. Emosi lebih stabil. Dan
8. Lebih berprestasi.
Dengan nama blindfoold Reading Method, dikembangkan dengan nama usaha Genius Mind Colsultancy (GMC).
Upayanya dengan Mengaktifkan kemampuan otak tengah dalam menyeimbangkan otak kiri dan otak kanan.Melalui :
1. Teknologi computer modern secara ektrimely;
2. Mengaktifkan mildbrain melalui : musik, audio, gelombang suara dll
Manfaat 8 perubahan, yaitu :
1. Meningkatkan konsentrasi.
2. Meningkatkan daya ingat.
3. Meningkatkan kreativitas.
4. Lebih cerdas dan berbakat.
5. Hormon lebih seimbang.
6. Membentuk watak-watak positif.
7. Emosi lebih stabil. Dan
8. Lebih berprestasi.
Rabu, 13 Oktober 2010
Tata Surya
Tata Surya adalah suatu sistem di Alam Semesta (jagat raya) yang terdiri atas matahari sebagai pusatnya dan planet-planet, satelit-satelit, asteroid, komet, meteor, debu, kabut, serta benda-benda lainnya sebagai anggotanya yang beredar mengelilingi pusatnya, yakni matahari pada orbit atau garis edarnya masing-masing.
Teori Terjadinya Tata Surya
Teori-teori tentang proses terbentuknya tata surya dapat dikelompokan menjadi beberapa teori, sebagai berikut.
Teori Nebula (Kant dan Laplace)
Teori Nebula pertama kali dikemukakan seorang filsuf Jerman bernama Imanuel Kant. Menurutnya, tata surya berasal dari nebula yaitu gas atau kabut tipis yang sangat luas dan bersuhu tinggi yang berputar sangat lambat. Perputaran yang lambat itu menyebabkan terbentuknya konsentrasi materi yang mempunyai berat jenis tinggi yang disebut inti massa di beberapa tempat yang berbeda. Inti massa yang terbesar terbentuk di tengah, sedangkan yang kecil terbentuk di sekitarnya Karena terjadi proses pendinginan, inti-inti massa yang lebih kecil berubah menjadi planet-planet, sedangkan yang paling besar masih tetap dalam keadaan pijar dan bersuhu tinggi yang disebut matahari. Teori nebula lainnya dikemukakan oleh Pierre Simon Laplace. Menurut Laplace, tata surya berasal dari bola gas yang bersuhu tinggi dan berputar sangat cepat. Karena perputaran yang sangat cepat, sehingga terlepaslah bagian-bagian dari bola gas tersebut dalam ukuran dan jangka waktu yang berbeda-beda. Bagian-bagian yang terlepas itu berputar dan akhirnya mendingin membentuk planet-planet, sedangkan bola gas asal dinamakan matahari.
Teori Planetesimal (Moulton dan Chamberlain)
Moulton dan Chamberlain, berpendapat bahwa tata surya berasal dari adanya bahan-bahan padat kecil yang disebut planetesimal yang mengelilingi inti yang berwujud gas bersuhu tinggi. Gabungan bahan-bahan padat kecil itu kemudian membentuk planet-planet, sedangkan inti massa yang bersifat gas dan bersuhu tinggi membentuk matahari.
Teori Pasang Surut (Jeans dan Jeffreys)
Astronom Jeans dan Jeffreys, mengemukakan pendapat bahwa tata surya pada awalnya hanya matahari saja tanpa mempunyai anggota. Planet-planet dan anggota lainnya terbentuk karena adanya bagian dari matahari yang tertarik dan terlepas oleh pengaruh gravitasi bintang yang melintas ke dekat matahari. Bagian yang terlepas itu berbentuk seperti cerutu panjang (bagian tengah besar dan kedua ujungnya mengecil) yang terus berputar mengelilingi matahari, sehingga lama kelamaan mendingin membentuk bulatan-bulatan yang disebut planet.
Teori Bintang Kembar (Lyttleton)
Teori bintang kembar dikemukakan astronom Inggris bernama Lyttleton. Teori ini menyatakan bahwa pada awalnya matahari merupakan bintang kembar yang satu dengan lainnya saling mengelilingi, pada suatu masa melintas bintang lainnya dan menabrak salah satu bintang kembar itu dan menghancurkannya menjadi bagian-bagian kecil yang terus berputar dan mendingin menjadi planet-planet yang mengelilingi bintang yang tidak hancur, yaitu matahari.
Teori Awan Debu (Weizsaecker dan Kuiper)
Weizsaecker dan Kuiper, berpendapat bahwa tata surya berasal dari awan yang sangat luas yang terdiri atas debu dan gas (hidrogen dan helium). Ketidakteraturan dalam awan tersebut menyebabkan terjadinya penyusutan karena gaya tarik menarik dan gerakan berputar yang sangat cepat dan teratur, sehingga terbentuklah piringan seperti cakram. Inti cakram yang menggelembung menjadi matahari, sedangkan bagian pinggirnya berubah menjadi planetplanet. Ahli astronomi lainnya yang mengemukakan teori awan debu antara lain, F.L Whippel dari Amerika Serikat dan Hannes Alven dari Swedia. Menurutnya, tata surya berawal dari matahari yang berputar dengan cepat dengan piringan gas di sekelingnya yang kemudian membentuk planet-planet yang beredar mengelilingi matahari.
Struktur Tata Surya
Benda - Benda Angkasa berikut merupakan bagian yang membentuk tata surya,
Matahari
Matahari merupakan salah satu bintang dalam Galaksi Bima Sakti yang menjadi pusat dari tata surya.
Planet
Planet merupakan benda langit yang mengorbit Matahari (bintang), berukuran cukup besar sehingga mampu mempertahankan bentuk bulat, dan memiliki jalur orbit yang jelas dan “bersih” (tidak ada benda langit lain pada orbit tersebut) sesuai dengan hasil Sidang Umum International Astronomical Union (IAU) ke-26 pada tanggal 25 Agustus 2006 di Praha menegaskan planet - planet pada tata surya terdiri atas Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus.
Komet
Komet merupakan bagian dari tata surya yang terdiri atas pecahan benda angkasa, es dan gas yang membeku dengan mengorbit pada matahari dalam suatu lintasan berbentuk elips berstruktur yang terdiri atas kepala dan ekor komet (yang selalu menjauhi Matahari).
Asteroid
Asteroid atau planetoid adalah benda-benda langit berukuran kecil tidak beraturan bentuk yang bergerak mengelilingi matahari, sebagian besar asteroid ditemukan antara orbit Planet Mars dan Planet Jupiter.
Meteor dan Meteorid
Meteor merupakan benda langit berupa pecahan batuan yang jatuh masuk ke dalam atmosfer bumi dan biasanya langsung terbakar habis karena tergesek dengan atmosfer bumi. Meteor yang tidak habis terbakar di atmosfer bumi dan sampai ke permukaan bumi disebut Meteorid.
Satelit
Satelit merupakan benda langit yang bisa memantulkan cahaya yang diserap dari matahari dan bergerak mengorbit kepada planet, misal bulan, Deimos, Phobos, Titan, Ganymede, Europa, Atlas, Calypso.
Teori Terjadinya Tata Surya
Teori-teori tentang proses terbentuknya tata surya dapat dikelompokan menjadi beberapa teori, sebagai berikut.
Teori Nebula (Kant dan Laplace)
Teori Nebula pertama kali dikemukakan seorang filsuf Jerman bernama Imanuel Kant. Menurutnya, tata surya berasal dari nebula yaitu gas atau kabut tipis yang sangat luas dan bersuhu tinggi yang berputar sangat lambat. Perputaran yang lambat itu menyebabkan terbentuknya konsentrasi materi yang mempunyai berat jenis tinggi yang disebut inti massa di beberapa tempat yang berbeda. Inti massa yang terbesar terbentuk di tengah, sedangkan yang kecil terbentuk di sekitarnya Karena terjadi proses pendinginan, inti-inti massa yang lebih kecil berubah menjadi planet-planet, sedangkan yang paling besar masih tetap dalam keadaan pijar dan bersuhu tinggi yang disebut matahari. Teori nebula lainnya dikemukakan oleh Pierre Simon Laplace. Menurut Laplace, tata surya berasal dari bola gas yang bersuhu tinggi dan berputar sangat cepat. Karena perputaran yang sangat cepat, sehingga terlepaslah bagian-bagian dari bola gas tersebut dalam ukuran dan jangka waktu yang berbeda-beda. Bagian-bagian yang terlepas itu berputar dan akhirnya mendingin membentuk planet-planet, sedangkan bola gas asal dinamakan matahari.
Teori Planetesimal (Moulton dan Chamberlain)
Moulton dan Chamberlain, berpendapat bahwa tata surya berasal dari adanya bahan-bahan padat kecil yang disebut planetesimal yang mengelilingi inti yang berwujud gas bersuhu tinggi. Gabungan bahan-bahan padat kecil itu kemudian membentuk planet-planet, sedangkan inti massa yang bersifat gas dan bersuhu tinggi membentuk matahari.
Teori Pasang Surut (Jeans dan Jeffreys)
Astronom Jeans dan Jeffreys, mengemukakan pendapat bahwa tata surya pada awalnya hanya matahari saja tanpa mempunyai anggota. Planet-planet dan anggota lainnya terbentuk karena adanya bagian dari matahari yang tertarik dan terlepas oleh pengaruh gravitasi bintang yang melintas ke dekat matahari. Bagian yang terlepas itu berbentuk seperti cerutu panjang (bagian tengah besar dan kedua ujungnya mengecil) yang terus berputar mengelilingi matahari, sehingga lama kelamaan mendingin membentuk bulatan-bulatan yang disebut planet.
Teori Bintang Kembar (Lyttleton)
Teori bintang kembar dikemukakan astronom Inggris bernama Lyttleton. Teori ini menyatakan bahwa pada awalnya matahari merupakan bintang kembar yang satu dengan lainnya saling mengelilingi, pada suatu masa melintas bintang lainnya dan menabrak salah satu bintang kembar itu dan menghancurkannya menjadi bagian-bagian kecil yang terus berputar dan mendingin menjadi planet-planet yang mengelilingi bintang yang tidak hancur, yaitu matahari.
Teori Awan Debu (Weizsaecker dan Kuiper)
Weizsaecker dan Kuiper, berpendapat bahwa tata surya berasal dari awan yang sangat luas yang terdiri atas debu dan gas (hidrogen dan helium). Ketidakteraturan dalam awan tersebut menyebabkan terjadinya penyusutan karena gaya tarik menarik dan gerakan berputar yang sangat cepat dan teratur, sehingga terbentuklah piringan seperti cakram. Inti cakram yang menggelembung menjadi matahari, sedangkan bagian pinggirnya berubah menjadi planetplanet. Ahli astronomi lainnya yang mengemukakan teori awan debu antara lain, F.L Whippel dari Amerika Serikat dan Hannes Alven dari Swedia. Menurutnya, tata surya berawal dari matahari yang berputar dengan cepat dengan piringan gas di sekelingnya yang kemudian membentuk planet-planet yang beredar mengelilingi matahari.
Struktur Tata Surya
Benda - Benda Angkasa berikut merupakan bagian yang membentuk tata surya,
Matahari
Matahari merupakan salah satu bintang dalam Galaksi Bima Sakti yang menjadi pusat dari tata surya.
Planet
Planet merupakan benda langit yang mengorbit Matahari (bintang), berukuran cukup besar sehingga mampu mempertahankan bentuk bulat, dan memiliki jalur orbit yang jelas dan “bersih” (tidak ada benda langit lain pada orbit tersebut) sesuai dengan hasil Sidang Umum International Astronomical Union (IAU) ke-26 pada tanggal 25 Agustus 2006 di Praha menegaskan planet - planet pada tata surya terdiri atas Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus.
Komet
Komet merupakan bagian dari tata surya yang terdiri atas pecahan benda angkasa, es dan gas yang membeku dengan mengorbit pada matahari dalam suatu lintasan berbentuk elips berstruktur yang terdiri atas kepala dan ekor komet (yang selalu menjauhi Matahari).
Asteroid
Asteroid atau planetoid adalah benda-benda langit berukuran kecil tidak beraturan bentuk yang bergerak mengelilingi matahari, sebagian besar asteroid ditemukan antara orbit Planet Mars dan Planet Jupiter.
Meteor dan Meteorid
Meteor merupakan benda langit berupa pecahan batuan yang jatuh masuk ke dalam atmosfer bumi dan biasanya langsung terbakar habis karena tergesek dengan atmosfer bumi. Meteor yang tidak habis terbakar di atmosfer bumi dan sampai ke permukaan bumi disebut Meteorid.
Satelit
Satelit merupakan benda langit yang bisa memantulkan cahaya yang diserap dari matahari dan bergerak mengorbit kepada planet, misal bulan, Deimos, Phobos, Titan, Ganymede, Europa, Atlas, Calypso.
Proses Pembentukan Bumi
Bentuk permukaan bumi yang meliputi reliefnya di darat dan di dasar laut. Bentuk permukaan bumi bermacam-macam seperti : dataran, berbukit, bergelombang, pegunungan, cekungan, lereng dan lain-lain. Permukaan bumi yang tidak seragam dikarenakan proses yang disebabkan oleh tenaga geologis yang terjadi secara bertahap dan selalu berubah seiring waktu, selain itu terdapat Teori Terbentuknya Kulit Bumi yang membuat permukaan bumi selalu berubah. Pada prosesnya pembentukan bumi diwarnai oleh tenaga geologis yang terdiri atas tenaga endogen dan tenaga eksogen, selain itu permukaan bumi terdiri atas relief yang terdapat di daratan dan pada dasar laut.
Tenaga Endogen
Tenaga Endogen adalah tenaga yang berasal dari bumi yang berasal dari dalam bumi yang sifatnya membangun bentuk kulit bumi.
Tenaga Eksogen
Tenaga Eksogen adalah tenaga yang berasal dari permukaan bumi atau atmosfer, yang meliputi air, cuaca, dan es pada sifatnya tenaga ini termasuk merusak.
Relief Daratan
Relief Daratan terdiri dari,
1. Lipatan
2. Patahan
3. Gunung dan Pegunungan
4. Dataran Tinggi
5. Plato
6. Dataran Rendah
7. Pineplain
8. Lembah
9. Delta
Relief Dasar Laut
Relief Dasar Laut terdiri dari,
1. Gunung Laut
2. Ambang Laut
3. Palung Laut
4. Lubuk Laut
5. Gosong Karang
6. Landas Benua
7. Lereng Benua
8. Lembah Sungai
9. Pantai
Karakteristik Pelapisan Bumi
Setelah planet bumi terbentuk dari massa gas yang lambat laun mengalami proses pendinginan. Akibatnya bagian terluarnya menjadi mengeras sedangkan pada bagian dalamnya masih tetap merupakan massa zat yang panas dalam keadaan lunak (cair liat). Struktur pelapisan pada bumi.
Litosfer
Litosfer (lapisan batuan pembentuk kulit bumi atau crust), berasal dari kata lithos berarti batu dan sfhere/sphaira berarti bulatan atau lapisan. Litosfer adalah lapisan bumi paling atas dengan ketebalan lebih kurang 70 km yang tersusun dari batuan penyusun kulit bumi.
Astenosfer
Astenosfer (lapisan selubung atau mantle), yaitu lapisan yang terletak di bawah litosfer dengan ketebalan sekitar 2.900 km berupa material cair kental dan berpijar dengan suhu sekitar 3.000 derajat celcius, merupakan campuran dari berbagai bahan yang bersifat cair, padat dan gas bersuhu tinggi.
Barisfer
Barisfer (lapisan inti bumi atau core), yaitu lapisan inti bumi yang merupakan bagian bumi paling dalamyang tersusun atas lapisan Nife (Niccolum atau nikel dan ferrrum atau besi). Lapisan ini dapat pula dibedakan atas dua bagian yaitu inti luar dan inti dalam.
- Inti luar
Inti luar (Outer core), adalah inti bumi yang ada di bagian luar. Tebal lapisan ini sekitar 2.200 km, tersusun atas materi besi dan nikel yang bersifat cair, kental, dan panas berpijar bersuhu sekitar 3.900 derajat celcius
- Inti dalam
Inti dalam (Inner core) adalah inti bumi yang ada di lapisan dalam dengan ketebalan sekitar 2.500 km, tersusun atas materi besi dan nikel pada suhu yang sangat tinggi yakni sekitar 4.800 derajat celcius, akan tetapi tetap dalam keadaan padat dengan densitas sekitar 10 gram/cm3. Hal itu disebabkan adanya tekanan yang sangat tinggi dari bagian-bagian bumi lainnya.
Tenaga Endogen
Tenaga Endogen adalah tenaga yang berasal dari bumi yang berasal dari dalam bumi yang sifatnya membangun bentuk kulit bumi.
Tenaga Eksogen
Tenaga Eksogen adalah tenaga yang berasal dari permukaan bumi atau atmosfer, yang meliputi air, cuaca, dan es pada sifatnya tenaga ini termasuk merusak.
Relief Daratan
Relief Daratan terdiri dari,
1. Lipatan
2. Patahan
3. Gunung dan Pegunungan
4. Dataran Tinggi
5. Plato
6. Dataran Rendah
7. Pineplain
8. Lembah
9. Delta
Relief Dasar Laut
Relief Dasar Laut terdiri dari,
1. Gunung Laut
2. Ambang Laut
3. Palung Laut
4. Lubuk Laut
5. Gosong Karang
6. Landas Benua
7. Lereng Benua
8. Lembah Sungai
9. Pantai
Karakteristik Pelapisan Bumi
Setelah planet bumi terbentuk dari massa gas yang lambat laun mengalami proses pendinginan. Akibatnya bagian terluarnya menjadi mengeras sedangkan pada bagian dalamnya masih tetap merupakan massa zat yang panas dalam keadaan lunak (cair liat). Struktur pelapisan pada bumi.
Litosfer
Litosfer (lapisan batuan pembentuk kulit bumi atau crust), berasal dari kata lithos berarti batu dan sfhere/sphaira berarti bulatan atau lapisan. Litosfer adalah lapisan bumi paling atas dengan ketebalan lebih kurang 70 km yang tersusun dari batuan penyusun kulit bumi.
Astenosfer
Astenosfer (lapisan selubung atau mantle), yaitu lapisan yang terletak di bawah litosfer dengan ketebalan sekitar 2.900 km berupa material cair kental dan berpijar dengan suhu sekitar 3.000 derajat celcius, merupakan campuran dari berbagai bahan yang bersifat cair, padat dan gas bersuhu tinggi.
Barisfer
Barisfer (lapisan inti bumi atau core), yaitu lapisan inti bumi yang merupakan bagian bumi paling dalamyang tersusun atas lapisan Nife (Niccolum atau nikel dan ferrrum atau besi). Lapisan ini dapat pula dibedakan atas dua bagian yaitu inti luar dan inti dalam.
- Inti luar
Inti luar (Outer core), adalah inti bumi yang ada di bagian luar. Tebal lapisan ini sekitar 2.200 km, tersusun atas materi besi dan nikel yang bersifat cair, kental, dan panas berpijar bersuhu sekitar 3.900 derajat celcius
- Inti dalam
Inti dalam (Inner core) adalah inti bumi yang ada di lapisan dalam dengan ketebalan sekitar 2.500 km, tersusun atas materi besi dan nikel pada suhu yang sangat tinggi yakni sekitar 4.800 derajat celcius, akan tetapi tetap dalam keadaan padat dengan densitas sekitar 10 gram/cm3. Hal itu disebabkan adanya tekanan yang sangat tinggi dari bagian-bagian bumi lainnya.
Pembelajaran Berbasis TI : Mimpi Sekarang atau Realitas Masa Depan
Perkembangan teknologi jaringan dan internet memberikan harapan dan alternatif dalam peningkatan kualitas pendidikan. Aplikasi e-Learning (e-Education), e-Library dan e-Journal merupakan fitur-fitur internet yang dapat dimanfaatkan sebagai alternatif model pembelajaran dan sumber belajar. Permasalahan tidak meratanya kualitas pendidikan akibat letak geografis yang tersebar luas dan terdiri dari pulau-pulau yang berjauhan sehingga akses terhadap fasilitas pendidikan tergantung jarak, dapat diatasi dengan adanya aplikasi pendidikan jarak jauh berbasiskan internet. Proses pembelajaran dapat dilakukan secara online dan dapat diakses kapan saja. Begitu pula dengan terbatasnya bahan ajar sebagai akibat mahalnya buku-buku sumber dapat diatasi dengan e-Library dan e-Journal.
e-Learning merupakan model pembelajaran berbasis internet yang paling popular. Pembelajaran e-Learning dengan memanfaatkan internet dapat dilakukan dengan cara Synchronous System dan Asynchrounous System. Cara Synchonous System pembelajaran dilakukan secara langsung dalam waktu yang bersamaan. Contoh pembelajaran model ini : Chatting, News Group dan Video-Teleconference, dsb. Sementara pembelajaran dengan Asynchronous System tidak tergantung pada waktu, namun pembelajaran dapat dilakukan sesuai dengan waktunya masing-masing, seperti :e-maill, BBS dan lain-lain. Cara lain adalah dengan sistem CSCL (Computer Supported Collaborative Learning) seperti yang telah dilakukan oleh Deni Suwarja, seorang guru IPA dari SMPN 1 Cibatu Garut yang telah berkolaborasi dengan guru dari Fhilipina dan melibatkan siswa dari kedua negara dalam pembelajaran Biologi.
Dengan adanya sistem e-learning pembelajaran tidak hanya terjadi dalam ruangan kelas saja dengan guru sebagai pusat, namun dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja serta tidak terbatas dengan siswa-siswa satu sekolah saja. Para siswa dapat terlibat secara aktif dalam pembelajaran, dapat mengakses sumber belajar kapan saja dan dapat berkomunikasi dengan sesamanya kapan dan di mana saja. Hasil proses pembelajaran dapat disimpan dalam database yang dapat dimanfaatkan untuk mengulang kembali pelajaran sebagai bahan rujukan dan evaluasi proses pembelajaran. Sistem ini memberikan keringanan pada guru karena sebagian tugas guru telah beralih pada sistem komputer.
Meski model e-Learning ini memiliki daya pikat yang sangat besar serta menjanjikan hasil yang lebih baik, namun untuk melaksanakannya masih ada hambatan dan keterbatasan yang harus diatasi, diantaranya :
1. Keterbatasan Sistem jaringan. Sistem e-Learning seperti yang didefinisikan penulis artikel ini sebagai pembelajaran jarak jauh membutuhkan jaringan internet. Sampai saat ini jaringan yang ada masih sangat terbatas dan biaya relatif mahal. Oleh karena itu, pengaksesan e-Learing dengan internet belum dapat dilakukan secara masal di Indonesia. Memang harga pendidikan dapat ditekan, namun biaya untuk menyediakan teknologi pengaksesnya bertambah.
2. Belum terbentuknya high trust society. Perubahan budaya dari pola belajar konvensional yang menunjukan siswa mengikuti proses pembelajaran secara fisik menjadi hanya melihat layar monitor tidak mudah untuk dilakukan. Apalagi etika pendidikan berbasis internet belum terumuskan dan tersosialisasi dengan baik.
3. Masih sangat sedikit SDM yang menguasai dan memahami konsep dan implementasi teknologi informasi dalam pendidikan.
4. etika dan Moralitas masih belum mendapat tempat yang tepat, sehingga sistem e-Learning melalui internet dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk melakukan pelanggaran etika dan moralitas, seperti menjajakan situs-situs porno.
5. Software pendukung yang familiar di masyarakat adalah software-software yang berlisensi, yang harganya relatif mahal. Software yang disarankan penulis dengan menggunakan software open source masih asing pemakaiannya di masyarakat Indonesia.
Masih banyak ketebatasan dan hambatan lain untuk melaksanakan e-Learning, namun tidak berarti tidak bisa dilakukan. Salah satu model e-Learning yang dapat dipakai sebagai alternatif pembelajaran adalah model Virtual Classroom (Ruang kelas maya). Pada model ini tidak dibutuhkan akses internet, karena sistem dikemas dalam bentuk CD sehingga dapat dibawa dengan mudah. Model ini didesain seperti sistem pendidikan konvensional, hanya media yang digunakannya menggunakan media digital, yaitu komputer namun fungsinya sama dengan fasilitas kelas konvensional. Hanya saat ini model ini masih dalam tahap pengembangan dan uji coba.
Bahan bacaan pembanding :
1. e-Education, karangan Budi Sutedjo, Penerbit Andi Ofset, Yogyakarta, 2002.
2. e-Learning fisika, karangan afrizal Mayub, Penertbit Graha Ilmu, Yogyakarta, 2005
3. Teknologo e-Learning, karangan Onno W. Purbo dan Antonius Aditya H., Penebit Elex Media Komputindo, Jakarta, 2001.
e-Learning merupakan model pembelajaran berbasis internet yang paling popular. Pembelajaran e-Learning dengan memanfaatkan internet dapat dilakukan dengan cara Synchronous System dan Asynchrounous System. Cara Synchonous System pembelajaran dilakukan secara langsung dalam waktu yang bersamaan. Contoh pembelajaran model ini : Chatting, News Group dan Video-Teleconference, dsb. Sementara pembelajaran dengan Asynchronous System tidak tergantung pada waktu, namun pembelajaran dapat dilakukan sesuai dengan waktunya masing-masing, seperti :e-maill, BBS dan lain-lain. Cara lain adalah dengan sistem CSCL (Computer Supported Collaborative Learning) seperti yang telah dilakukan oleh Deni Suwarja, seorang guru IPA dari SMPN 1 Cibatu Garut yang telah berkolaborasi dengan guru dari Fhilipina dan melibatkan siswa dari kedua negara dalam pembelajaran Biologi.
Dengan adanya sistem e-learning pembelajaran tidak hanya terjadi dalam ruangan kelas saja dengan guru sebagai pusat, namun dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja serta tidak terbatas dengan siswa-siswa satu sekolah saja. Para siswa dapat terlibat secara aktif dalam pembelajaran, dapat mengakses sumber belajar kapan saja dan dapat berkomunikasi dengan sesamanya kapan dan di mana saja. Hasil proses pembelajaran dapat disimpan dalam database yang dapat dimanfaatkan untuk mengulang kembali pelajaran sebagai bahan rujukan dan evaluasi proses pembelajaran. Sistem ini memberikan keringanan pada guru karena sebagian tugas guru telah beralih pada sistem komputer.
Meski model e-Learning ini memiliki daya pikat yang sangat besar serta menjanjikan hasil yang lebih baik, namun untuk melaksanakannya masih ada hambatan dan keterbatasan yang harus diatasi, diantaranya :
1. Keterbatasan Sistem jaringan. Sistem e-Learning seperti yang didefinisikan penulis artikel ini sebagai pembelajaran jarak jauh membutuhkan jaringan internet. Sampai saat ini jaringan yang ada masih sangat terbatas dan biaya relatif mahal. Oleh karena itu, pengaksesan e-Learing dengan internet belum dapat dilakukan secara masal di Indonesia. Memang harga pendidikan dapat ditekan, namun biaya untuk menyediakan teknologi pengaksesnya bertambah.
2. Belum terbentuknya high trust society. Perubahan budaya dari pola belajar konvensional yang menunjukan siswa mengikuti proses pembelajaran secara fisik menjadi hanya melihat layar monitor tidak mudah untuk dilakukan. Apalagi etika pendidikan berbasis internet belum terumuskan dan tersosialisasi dengan baik.
3. Masih sangat sedikit SDM yang menguasai dan memahami konsep dan implementasi teknologi informasi dalam pendidikan.
4. etika dan Moralitas masih belum mendapat tempat yang tepat, sehingga sistem e-Learning melalui internet dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk melakukan pelanggaran etika dan moralitas, seperti menjajakan situs-situs porno.
5. Software pendukung yang familiar di masyarakat adalah software-software yang berlisensi, yang harganya relatif mahal. Software yang disarankan penulis dengan menggunakan software open source masih asing pemakaiannya di masyarakat Indonesia.
Masih banyak ketebatasan dan hambatan lain untuk melaksanakan e-Learning, namun tidak berarti tidak bisa dilakukan. Salah satu model e-Learning yang dapat dipakai sebagai alternatif pembelajaran adalah model Virtual Classroom (Ruang kelas maya). Pada model ini tidak dibutuhkan akses internet, karena sistem dikemas dalam bentuk CD sehingga dapat dibawa dengan mudah. Model ini didesain seperti sistem pendidikan konvensional, hanya media yang digunakannya menggunakan media digital, yaitu komputer namun fungsinya sama dengan fasilitas kelas konvensional. Hanya saat ini model ini masih dalam tahap pengembangan dan uji coba.
Bahan bacaan pembanding :
1. e-Education, karangan Budi Sutedjo, Penerbit Andi Ofset, Yogyakarta, 2002.
2. e-Learning fisika, karangan afrizal Mayub, Penertbit Graha Ilmu, Yogyakarta, 2005
3. Teknologo e-Learning, karangan Onno W. Purbo dan Antonius Aditya H., Penebit Elex Media Komputindo, Jakarta, 2001.
Langganan:
Postingan (Atom)